Senin, 05 September 2011

Belajar dari Busyro Muqoddas

Nama yang satu ini tentu tidak asing bagi Anda, Busyro Muqoddas, ketua KPK saat ini (2011). Beliau menggantikan Antasari Azhar yang diberhentikan melalui Keputusan Presiden No. 78/P Tahun 2009. Alhamdulillah, dapat dikatakan lebaran tahun ini adalah lebaran pembelajar bagi saya dan dapat dikatakan istimewa karena pada lebaran tahun ini saya dapat bertemu langsung, berjabat tangan langsung, bahkan dapat bertanya secara pribadi dengan tokoh yang satu ini. Saya bertemu dengan beliau dalam acara syawalan SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta pada Minggu 4 September 2011 dengan tema "Dari Muhi Membangun Negeri". Dalam acara ini, Busyro Muqoddas menjadi pengisi utama dari acara ini.

busyro, busyro muqoddas, ketua kpk, kpk, sma muhi jogja, sma muhammadiyah 1 yogyakarta, busyro

Beliau mengungkapkan banyak hal dari aktivitas-aktivitas beliau mulai dari masa-masa SMA dahulu sampai kini menjabat sebagai ketua KPK. Di sini saya akan menyampaikan beberapa hal mengenai aktivitas beliau sebagai ketua KPK (karena hal tersebut yang menjadi perhatian saya :D) Mahasiswa yang mengaku sebagai kader perubahan bangsa wajib baca ini!
  • Awal-awal menjabat sebagai ketua KPK, beliau melakukan "gebrakan" terhadap (jika tidak salah) 24 anggota DPR yang terlibat dalam kasus Korupsi yang terdiri dari beberapa fraksi antara lain Partai Golkar, PAN, PKS, PDIP (yang saya ingat itu). Masya Allah :-|
  • Parpol yang ada saat ini lebih membawa kepada kepentingan parpol itu sendiri, bukan kepentingan rakyat
  • Semua anggaran APBN harus disetujui DPR, dan di-DPR lah diduga kuat menjadi sarang korupsi sebelum anggaran tersebut disahkan. Begitu juga APBD, semua harus melalui "persetujuan pejabat setempat" dan disitulah sarang korupsi menggeliat.
  • Karyawan di KPK berjumlah 700 orang, kasus korupsi sekitar 15.000 kasus. Setiap hari ada pengaduan dari berbagai media informasi. Bayangkan aja, hal ini jelas tidak sebanding. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau meneruskan perjuangan KPK pada masa depan nanti?
  • Busyro Muqoddas tetap menjadi ketua KPK sampai tahun 2014.
  • Saat ini tidak hanya dibutuhkan kader-kader politik tetapi juga kader-kader profesional. Artinya Indonesia saat ini juga banyak membutuhkan orang-orang profesional dalam bidang tertentu seperti ekonom atau pakar hukum. Penting nih bagi pemuda zaman sekarang, terutama aktivis mahasiswa.
  • Busyro Muqoddas ingin sekali dapat membuka posko-posko pengaduan korupsi di setiap daerah tetapi (lagi, lagi dan lagi) mayoritas penghuni Senayan tidak menyetujui hal itu.
  • Pak Busyro meminta doa restu terhadap para alumni SMA Muhi Yogyakarta agar selalu diberi petunjuk oleh Allah SWT dalam menghadapi kasus-kasus korupsi yang selalu menghampiri. Beliau mengatakan saat ini KPK sedang menghadapi "musuh-musuh besar"
Sepertinya dari uraian-uraian di atas saya belum mengemukakan kasus yang kini sedang hangat-hangatnya, Muhammad Nazaruddin. Inilah kata Busyro Muqoddas mengenai Nazaruddin.
  • Berita mengenai antara Nazaruddin dengan Busyro Muqoddas sebelum lolos menjadi ketua KPK melakukan lobi agar menang adalah bohong. Pasalnya, menurut Busyro Muqoddas, Nazaruddin bukan anggota DPR yang terlibat dalam fit and proper test seleksi calon ketua KPK kala itu.
  • Hal-hal yang dikatakan Nazaruddin dalam Rutan Mako Brimob mengenai tuduhan terhadap KPK adalah bohong. Pak Busyro menilai sejak awal Nazaruddin memang sudah berniat untuk melakukan perlindungan terhadap dirinya sendiri.
  • Dalam iktikaf 10 hari terakhir Pak Busyro berdoa semoga Nazaruddin dibukakan hatinya untuk berani mengungkapkan kebenaran terhadap isu-isu korupsi yang melibatkan kader-kader rekan satu partai dan kader partai lain.
Diskusi ini berlangsung sekitar 1 jam berakhir pukul 12.00 WIB. Setelah itu acara syawalan SMA Muhi Yogyakarta selesai. Tentu banyak sekali yang ingin foto bersama dengan beliau, termasuk saya 😁

busyro, busyro muqoddas, sma muhi jogja, sma muhammadiyah 1 yogyakarta

Tidak hanya Busyro Muqoddas juga, saya pun juga berkesempatan foto bersama dengan Ahmad Hanafi Rais, SIP, MPP (calon Walikota Yogyakarta periode 2011-2015 dan alumni SMA Muhi Yogyakarta 1998)

Hanafi Rais, sma muhi jogja, sma muhammadiyah 1 yogyakarta

Sebelum Pak Busyro Muqoddas pulang, saya menyempatkan diri bertanya secara pribadi dengan beliau, bagaimana menjadi pemimpin yang (benar-benar) baik? Beliau mengungkapkan tiga hal.
  1. Spiritualitas
  2. "Mas, tidak ada gunanya Anda pintar, tetapi tidak tahajud."
  3. Ilmu
  4. "Banyak-banyaklah membaca."
  5. Praktek
  6. "Tidak usah muluk-muluk, mulai dari hal kecil dahulu, seperti aktif dalam pengajian kampung."
Dari sini saya berkesimpulan bahwa untuk melakukan hal-hal yang besar, dimulai dari perubahan-perubahan yang kecil barulah perubahan-perubahan yang besar. Semoga apa yang saya sampaikan ini menjadi hal yang bermanfaat bagi para pemuda mengenai bagaimana peran pemuda dalam really agent of change.